Selasa, 24 Oktober 2017

Text 4 - Mengurangi Televisi akan Mengurangi Kekerasan dan Agresi


Mengurangi porsi televise video, dan video game dapat mengurangi aktifitas agresif bagi anak sekolah, hal ini sesuai dengan penelitian oleh dt.Thomas Robbinson dkk dari Sekolah Kedokteran Universitas Stanford
Penelitian ini dipublikasikan pada januari 2001 diterbitkan oleh arsip pediatric dan obat kedewasaan, dan menemukan bahwa siswa kelas 3 dan 4 yang menjadi sempel dengan mengurangi menonton tv, video, dan video game mereka tidak terlalu terlibat dalam aktivitas agresif verbal maupuk fisik disbanding teman-teman mereka.
Penelitian ini mengambil tempat di dua SD yang serupa di San Jose California. Siswa di satu sekolah melakukan 18 pelajaran, yang didesain dalam program 6 bulan untuk membatasi penggunaan media, sementara sekolah yang lain tidak.
Kedua kelompok siswa ini memiliki laporan perilaku agresif yang serupa pada awal penelitian. Setelah program 6 bulan diberlakukan, kedua kelompok siswa ini mulai memiliki perbedaan yang signifikan.
Siswa yang mengurangi waktu menonton tv nya melakukan tindakan agresif verbal yang berkurang sejumlah 6 per jam dan 2,4% lebih sedikit dari keagresifan teman sekelas mereka setelah program.
Tindakan kekerasan fisik, laporan orang tua atas perilaku agresif, dan persepsi dunia yang kejam dan menakutkan juga menurun, tapi peneiti menyarankan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi hasil penelitian ini.
Meskipun berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang menonton tv lebih banyak cenderung bertindak secara keras, penelitian ini memverivikasi lebih lanjut bahwa tv, video, dan video game sebenarnya menyebabkan perilaku kekerasan, dan hal ini harus menjadi evaluasi utama dalam mencari solusi masalah ini.
Guru-guru di sekolah campuran memasukkan program ini pada kurikulum yang sudah ada. Pelajaran awal mendorong murid untuk menjaga jadwal dan laporan terkait waktu yang mereka habiskan dalam menonton tv, untuk memotifasi mereka dalam membatasi aktifitas-aktifitas tsb sendiri.
Pelajaran awal ini diikuti oleh TV-Turnoff, sebuah organisasi yang mengusahakan pengurangan menonton tv, dalam 10 hari, para murid ditantang untuk tidak menonton tv, video, dan video game. Setelah itu para guru mengusahakan para murid untuk hanya boleh menonton tv, video, dan video game 7 jam seminggu. Hampir semua murid-murid berpartisipasi di Turnoff, dan kebanyakan dapat bertahan dibawah rencana mereka dalam beberapa minggu berikutnya
Pelajaran tambahan membuat anak-anak menggunakan waktu mereka secara lebih selektif, dan kebanyakan pelajaran akhir mewajibkan para murid sendiri mengusahakan pengurangan aktifitas layar mereka.
Penelitian ini adalah yang pertama yang menemukan hubungan antara Tv dan kekerasan. Secara kasat mata 3.500 penelitian pada topik ini secara 40 tahun terakhir menunjukkan hubungan yg serupa menurut Akademi Pediatri Amerika.
Diantara penelitian yang paling penting adalah penelitian Dr.Leonard D. Eron’s yang menemukan bahwa paparan kekerasan televise saat masa kanak-kanak adalah predictor terkuat dari perilaku agresif masa depan mereka bahkan lebih kuat dibandingkan perilaku kekerasan sebagai anak-anak.
Semakin banyak kekerasan dalam tv yang ditonton oleh seseorang pada usia 8 tahun semakin serius perilaku agresif mereka bahkan sampai 22 tahun kemudian.
Penelitian lain oleh Dr.Brandon S menemukan bahwa tingkat pembunuhan naik setelah diperkenalkan tv. Di Amerika dan Kanada, tingkat pembunuhn berlipat 10 hingga 15 tahun setelah diperkenalkannya tv, setelah tv generasi pertama berkembang.
Centerwall menguji pola ini di Afrika Selatan dimana jaringan tv dilarang hingga 1975.
Tingkat pembunuhan di Afrika Selatan tetap stabil dari prtengahan 1940 hingga pertengahan 1970. Tahun 1987 tingkat pembunuhan naik 130% dari tingkat pembunuhan dari tingkat pmbunuhan tahun 1974. Tingkat pembunuhan di Amerika dan Kanada telah menurun beberapa waktu kemudian.
Penelitian Centerwall mengimplikasikan bahwa melalui televisi, tidak hanya isinya mempromosikan kekerasan dan penelitian terkini Dr.Robinson mendukung kesimpulan tsb.
The Turnoff tidak secara spesifik menargetkan kekerasan tv maupun periode tertentu. Mengurangi tv secara umum mengurangi perilaku agresif.
Bahkan tv yang tidak mengandung kekerasan lebih keras dibandingkan kehidupan nyata dan dapat mengarahkan penonton untuk mempercayai bahwa kekerasan itu lucu tidak mengandung konsekuensi, dan sebuah solusi dari masalah. Juga menonton tv yang berisi apapun merampas waktu kita untuk berinteraksi dengan orang-orang disekitar.
Menonton terlalu banyak tv dapat mengurangi kemampuan dan kesabaran yang kita butuhkan untuk hidup berasama orang lain tanpa mengalami agresifitas. Televisi sebagai media mempromosikan agresif dan kekerasan. Solusi terbaiknya adalah matikan saja.

Senin, 02 Oktober 2017

Text 3 - Pentingnya Thaharah (Bersuci)


Meperhatikan kebersihan dan menghindari semua jenis najis dan kotoran adalah kewajiban bagi para muslim. Tidak ada ibadah yang diterima tanpa kesucian fisik. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Ada 2 jenis kebersihan: fisik dan rohani. Kesucian fisik berarti menjadi suci dari segala ketidaksucian fisik seperti pada pakaian seseorang, lingkungan sekitar dan dari hadas kecil dan hadas besar. Jenis kesucian seperti ini mengharuskan untuk membersihkan kotoran fisik dari badan, pakaian, tanah, dll; dengan air bersih. Ketidaksucian bisa dihilangkan dengan mencuci, wudhu sebelum sholat, mandi, dan tayamum. Kesucian spiritual berarti mensucikan diri sendiri dari dosa musyrik, keraguan atas keimanan, pikiran jahat, dan berbagai penyakit non fisik yang menyerang seseorang seperti kecemburuan. Jenis kesucian ini dapat dilakukan dengan cara menjadi tulus kepada Allah, melakukan kebaikan dalam rangka mencari ridho-Nya, dan mengikuti serta meniru sunnah Rasul-Nya. Juga diwajibkan mensucikan jiwa dari dampak bahaya dosa, dan kesalahan. Dengan bertaubat nasuha.
Kesucian fisik dilakukan dengan menggunakan air bersih yang tidak bercampur dengan zat lain yang dapat merubah bentuk aslinya. Contoh air bersih adalah air kran (yang biasa digunakan didunia), air segar yang baik, air hujan, air terjun, sungai, air yang mencair dari salju, air laut, dan air zam-zam. Juga, tanah yang bersih dapat menjadi substansi yang membersihkan. Contoh dari tanah yang bersih adalah debu murni, pasir, tanah, atau batu alam yang ditemukan dimuka bumi. Tanah yang bersih dapat mensucikan ketika tidak ada persediaan air yang mencukupi, atau ketika seseorang tidak menggunakan air karena sakit.
Ketika najis mengubah rasa, bau, atau warna dari air, maka airnya tidak bisa digunakan untuk membersihkan. Jika airnya dapat mempertahankan bentuk asli dan warnanya, baunya, atau rasanya tidak berubah, maka airnya tetap suci dan mensucikan. Kotoran yang membuat air tidak suci adalah termasuk kotoran dari badan manusia atau hewan seperti tai dan pipis. Juga darah atau muntah dalam jumlah yang berlebihan dan bagian apapun dari hewan yang mati yang tidak disembelih secara benar, kecuali untuk disamak kulitnya, adalah najis.
Muslim diwajibkan untuk mencari tempat tertutup jauh dari pandangan manusia ketika membuang hadas kecil dan besar. Para cendekiawan menyatakan bahwa memasuki kamar mandi dengan barang atau sesuatu yang mengandung nama Allah (seperti kopian Al-Qur’an, buku-buku islami, dll) tidak disukai, kecuali jika orang tsb takut bahwa benda tsb mungkin akan hilang atau berpindah. Seseorang seharusnya menghindari berbicara ketika menggunakan toilet. Juga, jika seseorang menyadari bahwa dia ada diluar, dia harus menghindari menghadap kiblat (arah Ka’bah di Mekah) atau membelakanginya. Selain itu, wilayah dimana orang-orang berkumpul untuk berbincang atau berteduh, ada sumberair, ada pohon yang menghasilkan makanan, dan yang sejenisnya tidak boleh digunakan untuk jamban. Sebelum memasuki tempat dimana seseorang berniat membuang hajt disunnahkan untuk membaca doa berikut:…(artinya: dengan menyebut nama Allah, wahai Allah aku berlindng kepadamu dari jin perempuan dan laki-laki) sisibaik dari menyebut nama Allah sebelum memasuki kamar mandi adalah bahwa para jin dilarang melihat bagian pribadi manusia saat mereka menyebut dengan nama Allah sebelum memasuki kamar mandi. Seseorang tidak boleh membuka pakaiannya sampai dia siap untuk membuang hajat. Setelah membuang hajat dan meninggalkan tempat, harus membaca ghuffronak artinya: ampuni aku.